Selasa, 12 November 2019

Untukmu yang membuatku merasakan Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama.

Hai Mas,

Apa kabar ? Ini curahan hatiku yang aku tulis untukmu.
Tentang aku yang dengan berani mencintaimu dalam diam, tentang aku yang selalu melirikmu diam-diam, tentang aku yang selalu mencari kesempatan berfoto disampingmu disetiap acara kantor.

Memang tidak ada kenangan manis yang kita lalui tapi mengapa rasanya sedih saat kau bilang hari itu adalah hari terakhirmu berada dalam satu ruang lingkup denganku (dan yang lainnya)

Kau mau tau satu dan lain hal ?
Aku tak suka kau di jodoh-jodohkan oleh para senior dikantor dengan Mba S.
Aku iri dengan mereka yang bisa tertawa dan mengobrol bersamamu saat jam makan siang.
Aku merasa tak pantas jikapun rasanya aku bilang ingin berteman denganmu karena aku sadar kau lebih segala2nya dariku. Aku hanya gadis biasa, lulusan SMK, tak menarik, tak cantik, banyak kekurangan, sedangkan kau ? Kau humble  terhadap semua orang, kau tampan, kau baik, kau sarjana, teman2mu setara dengan apa yang kau punya. Apa aku pantas jika berharap suatu saat aku ingin jadi pendampingmu ? Menjadi istrimu dan ibu dari anak-anakmu ? Apa pantas ?

Ah khayal ku memang terlalu tinggi bukan.
Mas, jika kau baca ini suatu saat nanti kau harus tau. Saat aku menulis kalimat2 ini hatiku sakit merasa kehilangan, merasa takut takkan bertemu lagi. Kau layak dapat yang terbaik, doaku menyertaimu mas, bahkan aku masih akan dengan lancangnya meminta pada Allah untuk menjadikanmu milikku. Maaf karena menyebut namamu dalam setiap doa. Aku sadar jika aku harus memperbaiki diri agar aku pantas untukmu.
Jikapun bukan kamu yang allah takdirkan untukku aku berterimakasih karenamu aku tau rasa cinta yang berarti. Berdebar tapi tak berani mengungkapkan. Memperhatikan tapi tak sanggup jika harus berbicara berlama-lama karena dahsyatnya getaran hati. Aku mencintaimu mas entah sejak kapan.

Sukses selalu untukmu dimanapun kau nantinya. Semoga kau mengingatku walau aku lah yg paling tak ingin terlihat di kantor.

Salam dariku untukmu yang kusemogakan tuk jadi imamku❤️

Sabtu, 20 Juli 2019

INGIN MENYERAH TAPI. . .

Aku nggak tau lagi mau apa
Tapi rasanya gila sendiri
Semangat salah nggak semangat salah
Mau tetap kerja tapi lagi jenuh banget
lagi ada dititik dimana perasaan mulai serakah merasa dunia tidak adil
Kadang aku bisa mengendalikannya
Tapi kadang saking sudah tak bisa ku kendalikan, perasaan sesak meledak jadi air mata yang tertahan. Sebagian mengendap karena tangis berpindah lebih banyak ke bagian ulu hati jadinya nyut-nyutan kaya dicubit.

Semuanya tampak tak bisa ku prediksi
Semuanya abu abu
Kujalani tapi tak bisa kunikmati
Kucoba pahami tapi tak semua ku mengerti
Ku ingin lari tapi tau belum tentu diluar sana ada yang akan kuminati
Hambar tanpa rasa
Semangatku menyurut setiap harinya

Akupun bertanya
Sebenarnya ada apa dengan diriku ?

Mungkinkah aku terlalu lelah ?
Mungkinkah aku terlalu serakah ?
Atau mungkin yang kulakukan hanya sekedar mengejar berkah ?
Entah ...

Semuanya tampak abu sangat abu abu
Tak bisa ku pahami tak bisa ku prediksi akan jadi apa dihari esok
Mimpiku memang masih ada
Tapi rutinitasku seperti terenggut
Aku tak lagi bisa berleha-leha sambil bermain gadget.

Mamah,
Jika sudah begini tak apa kan aku mengeluh ?
Aku lelah mah, aku ingin meluapkan semuanya padamu. Aku rindu masakanmu, aku rindu mendengar suaramu setiap hari, rindu kau membangunkanku di pagi hari. Aku masih merasa belum siap untuk mandiri. Walau kadang kuyakin aku bisa tapi saat rasa sepi dan jenuh itu menjadi satu aku selalu kembali merasa tidak siap menghadapi kenyataan-kenyataan lainnya.

Tapi akupun malu jika harus bilang padamu bahwa kali ini aku ingin menyerah lagi. Aku takut kau kecewa.

Bantu aku untuk tetap kuat ya mah menghadapi kerasnya dunia, menghadapi deadline yg tiap hari membuatku ingin menangis.

Aku bisa kan ma ? Aku pasti bisa.
Semua ini demi mamah, bapak dan dede.
Satu lagi, aku sangat merindukan kalian💞

•••
Di tulis di Tangerang pada 18 Mei saat aku merasa tidak baik baik saja.

Note : SEMANGAT untuk kita para pejuang rupiah demi menyambung hidup dan memperbaiki keadaan ekonomi keluarga. Kita bisa, kita kuat demi orang-orang tercinta...