Hai Mas,
Apa kabar ? Ini curahan hatiku yang aku tulis untukmu.
Tentang aku yang dengan berani mencintaimu dalam diam, tentang aku yang selalu melirikmu diam-diam, tentang aku yang selalu mencari kesempatan berfoto disampingmu disetiap acara kantor.
Memang tidak ada kenangan manis yang kita lalui tapi mengapa rasanya sedih saat kau bilang hari itu adalah hari terakhirmu berada dalam satu ruang lingkup denganku (dan yang lainnya)
Kau mau tau satu dan lain hal ?
Aku tak suka kau di jodoh-jodohkan oleh para senior dikantor dengan Mba S.
Aku iri dengan mereka yang bisa tertawa dan mengobrol bersamamu saat jam makan siang.
Aku merasa tak pantas jikapun rasanya aku bilang ingin berteman denganmu karena aku sadar kau lebih segala2nya dariku. Aku hanya gadis biasa, lulusan SMK, tak menarik, tak cantik, banyak kekurangan, sedangkan kau ? Kau humble terhadap semua orang, kau tampan, kau baik, kau sarjana, teman2mu setara dengan apa yang kau punya. Apa aku pantas jika berharap suatu saat aku ingin jadi pendampingmu ? Menjadi istrimu dan ibu dari anak-anakmu ? Apa pantas ?
Ah khayal ku memang terlalu tinggi bukan.
Mas, jika kau baca ini suatu saat nanti kau harus tau. Saat aku menulis kalimat2 ini hatiku sakit merasa kehilangan, merasa takut takkan bertemu lagi. Kau layak dapat yang terbaik, doaku menyertaimu mas, bahkan aku masih akan dengan lancangnya meminta pada Allah untuk menjadikanmu milikku. Maaf karena menyebut namamu dalam setiap doa. Aku sadar jika aku harus memperbaiki diri agar aku pantas untukmu.
Jikapun bukan kamu yang allah takdirkan untukku aku berterimakasih karenamu aku tau rasa cinta yang berarti. Berdebar tapi tak berani mengungkapkan. Memperhatikan tapi tak sanggup jika harus berbicara berlama-lama karena dahsyatnya getaran hati. Aku mencintaimu mas entah sejak kapan.
Sukses selalu untukmu dimanapun kau nantinya. Semoga kau mengingatku walau aku lah yg paling tak ingin terlihat di kantor.
Salam dariku untukmu yang kusemogakan tuk jadi imamku❤️